Hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah: aku tidak mengatakan “cara menang bermain roulette.”
Kalau aku menulis begitu, sebaiknya kamu langsung tutup saja artikel ini, karena jelas itu bakal jadi omong kosong. Jadi, apa sebenarnya maksud dari judul ini?
Pertama-tama, baik kamu, orang tuamu, kakek-nenekmu, atau siapa pun yang pernah mencoba bermain, mungkin semua pernah bertanya hal yang sama: “Bagaimana cara menang di roulette?”
Oke, aku sudah bilang! Tapi jujur saja, jawabannya adalah kamu tidak bisa menang secara konsisten… kecuali kamu curang.
Namun artikel ini bukan tentang kecurangan, dan aku juga tidak mendorong siapa pun untuk berbuat curang. Jadi, mari kita bahas realitas sebenarnya dari permainan roulette — baik di kasino maupun versi online.
Kita akan lihat beberapa cara untuk lebih sering menang dan lebih jarang kalah dalam roulette. Kedengarannya sederhana, kan?
Bisakah Kamu Menang di Roulette?
Kamu tidak bisa menang secara konsisten dalam roulette karena, seperti semua permainan yang murni mengandalkan keberuntungan dan tidak punya “memori,” setiap putaran tidak terpengaruh oleh hasil sebelumnya.
Roda roulette bekerja mengikuti hukum probabilitas yang tidak bisa diubah apa pun yang kamu lakukan, pikirkan, atau impikan.
Jadi, alih-alih mencoba untuk selalu menang, yang perlu kamu lakukan adalah melindungi diri dari kekalahan, atau setidaknya menghindari kekalahan besar.
Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan manajemen uang. Beberapa orang menyebutnya sebagai memiliki “sistem” bermain.
Dengan punya sistem taruhan — dan yang paling penting, konsisten mengikutinya — kamu tidak akan terlalu dirugikan. Kalau kamu sedang beruntung, kamu bahkan bisa keluar dengan keuntungan kecil ketika sedang berada di streak kemenangan.
Sistem Progresi Negatif
Mari mulai dengan sistem negatif.
Meskipun semua sistem pada akhirnya menghasilkan hasil yang sama dalam hal probabilitas dan keuntungan jangka panjang, beberapa sistem buruk bisa membuat kamu bangkrut jauh lebih cepat.
Yang paling berbahaya adalah Martingale System. Sistem ini dinamai dari John Henry Martindale (yang seiring waktu berubah pengucapannya menjadi “Martingale”), seorang operator kasino asal Inggris pada abad ke-18 yang mempopulerkannya kepada pemain roulette yang tidak tahu apa-apa — dan sejak itu, sistem ini terus digunakan oleh banyak pemain yang akhirnya kalah.
Skemanya sederhana: kamu menggandakan taruhan setiap kali kalah. Misalnya, kamu mulai dengan taruhan Rp80.000 di warna merah. Kalau kalah, kamu naikkan jadi Rp160.000. Kalau kalah lagi, naik ke Rp320.000, dan seterusnya.
Setiap kali kamu menang, kamu kembali ke taruhan awal Rp80.000. Jadi, tidak peduli berapa kali kamu kalah sebelumnya, ketika akhirnya menang, kamu tetap untung Rp80.000.
Kedengarannya bagus? Tunggu dulu.
Bayangkan kamu punya modal Rp80 juta dan ingin mendapatkan Rp1,6 juta. Dengan strategi Martingale mulai dari Rp80.000, kamu hanya perlu menang 20 kali sebelum kalah 10 kali berturut-turut. Mudah, kan?
Tidak juga.
Ada kisah nyata tentang seorang pemain yang membawa modal Rp80 juta ke kasino dengan tujuan memenangkan Rp1,6 juta dari 20 kemenangan kecil. Sayangnya, ia kalah 10 kali berturut-turut dan kehilangan semua uangnya. Untung saja dia masih waras untuk tidak melakukan hal bodoh setelah itu.
Jadi, kamu bisa melihat sendiri betapa berbahayanya sistem Martingale atau sistem progresi negatif lainnya.
Menurunkan House Edge
Ada satu cara resmi dan aman untuk menurunkan keunggulan kasino, yaitu dengan bermain French Roulette.
Varian ini memiliki aturan khusus yang bisa memangkas house edge hingga hanya 1,35% untuk taruhan even-money (seperti merah/hitam atau ganjil/genap).
Kalau kamu ingin peluang lebih baik, varian ini jauh lebih bersahabat dibanding yang lain.
Sistem Alternatif yang Lebih Aman
Sekarang mari kita lihat sistem manajemen uang yang lebih masuk akal — yaitu sistem yang meningkatkan taruhan ketika kamu menang, bukan saat kalah.
Hal pertama yang perlu kamu perhatikan ketika bermain roulette adalah pilih roda dengan satu “0” saja. Roda dengan “00” (biasanya disebut varian Amerika) akan membuat uangmu habis dua kali lebih cepat karena house edge-nya dua kali lipat. Jadi, hindari roulette Amerika sebisa mungkin.
Langkah berikutnya adalah menentukan apakah kamu ingin bermain pada taruhan dalam (inside bets) atau taruhan luar (outside bets) seperti merah-hitam dan ganjil-genap. Karena kebanyakan pemain yang memilih angka di dalam cenderung asal-asalan, taruhan luar biasanya lebih stabil dan lebih mudah dikontrol.
Intinya adalah memanfaatkan momen streak kemenangan ketika muncul — karena itu pasti akan terjadi sesekali.
Namun, kamu tetap harus bermain dengan strategi konservatif. Jangan terus menggandakan taruhan kemenangan karena streak tidak akan berlangsung selamanya. Misalnya, kalau kamu sudah menang delapan kali berturut-turut dan tetap melanjutkan semuanya, bisa jadi semuanya hilang saat kalah di putaran kesembilan.
Aku sudah mencoba beberapa sistem progresi positif, dan yang paling aku suka adalah sistem 1-3-2-6.
Artinya, kamu menaikkan jumlah taruhan dalam urutan itu — 1 unit, 3 unit, 2 unit, lalu 6 unit — setiap kali menang. Begitu kalah, kamu kembali ke 1 unit.
Contoh Penggunaan – Taruhan Merah/Hitam
Katakanlah kamu bermain dengan 1 unit = Rp80.000.
- Taruhan pertama: Rp80.000 di merah. Kalau kalah, ulangi Rp80.000.
- Kalau menang, naikkan ke Rp240.000 (3 unit).
- Kalau taruhan kedua kalah, kembali ke Rp80.000. Tapi kalau menang, turunkan ke Rp160.000 (2 unit).
- Kalau menang lagi, naik ke Rp480.000 (6 unit) untuk taruhan terakhir.
Apapun hasil dari taruhan keempat, kamu akan kembali ke Rp80.000 setelah siklus berakhir.
Kalau kamu menang empat kali berturut-turut, kamu akan mendapat keuntungan 12 unit atau sekitar Rp960.000 — rata-rata 3 unit per taruhan. Kalau kamu kalah di taruhan terakhir, kamu tetap impas. Tapi kalau kalah di taruhan ketiga, kamu masih untung 2 unit.
Satu-satunya kerugian nyata hanyalah ketika kamu kalah di taruhan pertama atau kedua, yang membuat kamu rugi Rp80.000 atau Rp160.000.
