Mitos Baccarat

Membongkar Mitos Baccarat di Live Dealer Casino

Posted on

Baccarat adalah salah satu permainan kasino paling populer, terutama karena memiliki house edge yang rendah — hanya sekitar 1,06%. Selain itu, permainan ini juga sangat mudah dipahami, menjadikannya pilihan sempurna bagi pemain pemula.

Namun, karena sejarah panjangnya, muncul berbagai kesalahpahaman seputar permainan ini.
Dalam artikel ini, kita akan membongkar beberapa mitos paling umum tentang live baccarat dan menjelaskan kebenaran di baliknya.


#1 Mitos Baccarat – Hanya Dikhususkan untuk Pemain Kaya

Ini mungkin salah satu mitos paling umum sekaligus paling keliru tentang baccarat.
Memang benar bahwa asal-usul permainan ini bermula dari kalangan bangsawan Prancis pada abad ke-19. Dulu, baccarat memang dimainkan oleh orang-orang berada, sehingga sempat mendapat reputasi sebagai permainan eksklusif untuk kalangan atas.

Namun, alasan sebenarnya cukup sederhana. Para bangsawan kala itu memiliki waktu dan uang berlimpah untuk bermain baccarat selama berjam-jam. Karena permainan ini bergantung pada keberuntungan, dibutuhkan modal besar untuk bertahan lama di meja permainan. Akibatnya, hanya sedikit pemain yang mampu terus bermain hingga akhir.

Sekarang, situasinya sudah jauh berbeda. Kasino modern menurunkan batas minimal taruhan agar permainan ini bisa diakses oleh siapa saja.
Bahkan dalam live baccarat online, kamu bisa mulai bermain hanya dengan modal sekitar Rp15.000 per ronde (setara dengan $1). Contohnya pada varian No Commission Baccarat, yang menghapus potongan komisi 5% untuk membuat permainan terasa lebih menguntungkan bagi pemain.

Dengan batas taruhan yang lebih rendah seperti ini, jelas bahwa baccarat tidak hanya untuk pemain kaya atau kalangan bangsawan saja, tetapi juga untuk siapa pun yang ingin menikmati sensasinya.


#2 Mitos Baccarat – Pola Permainan Bisa Dilacak

Salah satu mitos paling sering terdengar adalah bahwa ada pola rahasia dalam permainan baccarat. Padahal, kenyataannya tidak ada pola semacam itu.

Ketika permainan ini pertama kali muncul, hanya ada dua opsi taruhan — Player dan Banker. Pada masa itu, Banker menang dengan peluang sekitar 51%. Untuk menyeimbangkan permainan, kemudian ditambahkan opsi Tie (seri) sehingga peluang pemain dan kasino menjadi lebih seimbang.

Seiring waktu, banyak pemain berusaha mencari “pola kemenangan” dengan mencatat hasil setiap ronde dan mencoba menebak hasil berikutnya. Teknik ini dikenal sebagai pattern-tracking. Namun, sayangnya metode ini tidak pernah benar-benar efektif.

Permainan baccarat, terutama versi live, pada dasarnya mirip seperti lempar koin. Setiap ronde tidak saling berhubungan — hasil sebelumnya tidak memengaruhi hasil berikutnya. Jadi, tidak ada cara untuk memprediksi apakah ronde berikutnya akan dimenangkan oleh Player, Banker, atau Tie.

Kesimpulannya, tidak ada yang namanya pola kemenangan baccarat. Semua hasil benar-benar acak.


#3 Mitos Baccarat – Sistem Taruhan (Betting Progressions) Selalu Berhasil

Mari kita bahas apa itu betting progression terlebih dahulu.
Secara sederhana, ini adalah sistem taruhan yang menentukan kapan pemain harus menaikkan atau menurunkan nilai taruhan berdasarkan hasil sebelumnya.

Sebagai contoh, sistem Martingale menyarankan pemain untuk menggandakan taruhan setiap kali kalah, dengan harapan kemenangan berikutnya akan menutup semua kerugian.
Masalahnya, strategi ini bisa berbenturan dengan batas maksimum meja, sehingga tidak selalu efektif.

Alternatifnya, ada sistem Paroli, yang biasanya digunakan oleh pemain santai yang ingin menikmati kemenangan kecil. Dalam sistem ini, pemain hanya menaikkan taruhan setelah menang, dan biasanya berhenti setelah tiga kemenangan berturut-turut.

Ada juga strategi negatif progression seperti Reverse Martingale, Fibonacci, D’Alembert, dan Labouchere yang menyarankan menaikkan taruhan setelah kalah. Tapi, sama seperti sistem lainnya, strategi-strategi ini tidak menjamin kemenangan.

Dengan kata lain, tidak ada sistem taruhan yang bisa memberikan hasil 100% sukses dalam baccarat.


#4 Mitos Baccarat – Menghitung Kartu Bisa Memberi Keuntungan

Konsep card counting (menghitung kartu) memang berasal dari permainan blackjack dan terbukti efektif di sana. Namun, dalam permainan baccarat, situasinya berbeda.

Secara teori, kamu memang bisa mencoba menghitung kartu di baccarat untuk memperkirakan peluang hasil tertentu. Tapi dalam praktiknya, strategi ini jarang memberikan keuntungan nyata.
Ada beberapa alasan mengapa menghitung kartu tidak efektif dalam baccarat:

  1. Kasino bisa melarang kamu bermain jika ketahuan melakukan card counting.
  2. Menguasai teknik ini butuh waktu bertahun-tahun dan tidak selalu berhasil.
  3. Faktor seperti jumlah deck dan metode reshuffle membuat hasil perhitungan menjadi tidak akurat.

Sebagai gantinya, banyak pemain lebih memilih menggunakan baccarat roadmap, yaitu sistem visual yang membantu mencatat hasil setiap ronde tanpa mengandalkan perhitungan matematis rumit.


#5 Mitos Baccarat – Hasil Live Casino Baccarat Sudah Diatur

Mitos ini juga cukup sering terdengar — bahwa hasil permainan live baccarat sudah diatur (rigged).
Sebenarnya, kekhawatiran ini wajar, terutama bagi pemain baru yang ingin memastikan uang mereka tidak hilang sia-sia.

Namun, faktanya permainan live baccarat yang berasal dari penyedia resmi dan berlisensi tidak pernah diatur.
Permainan ini diawasi secara ketat oleh lembaga pengujian independen, dan hasilnya ditentukan oleh Random Number Generator (RNG) atau langsung oleh dealer manusia melalui siaran langsung dari studio kasino sungguhan.

Studio kasino live sendiri tersebar di berbagai wilayah dunia — mulai dari Eropa, Amerika Utara, hingga Asia — dan semuanya beroperasi dengan standar transparansi tinggi.

Jadi, jika kamu bermain di platform resmi dan terpercaya, tidak perlu khawatir. Live baccarat bukan permainan yang direkayasa.